Manfaat dan Tips Pola Hidup Sehat Rasulullah

Ini Dia, 5 Penyakit Hati Berbahaya dalam Islam yang Wajib Anda Waspadai

5 Penyakit Hati Berbahaya dalam Islam yang Wajib Anda Waspadai

Kapan Anda terakhir kali sakit hati?

Saat dimarahi oleh atasan, saat disakiti pasangan atau saat dilecehkan oleh seseorang? Yang jelas hati adalah bagian tubuh yang peka terhadap perasaan dan sangat sensitif.

Sakit hati berbeda dengan penyakit hati, tetapi bibit-bibit penyakit hati bisa timbul dari perkara ini. Hal ini (penyakit hati) bisa muncul pada saat seseorang belum bisa mengendalikan hatinya, dan membiarkan hatinya tergerus oleh perasaan luka.

Ustadz Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym, mengedepankan manajemen qalbu (hati) dalam syiar dakwahnya. Karena menurut beliau dalam lirik lagunya bahwa :

“bila hati kian bersih, pikiranpun akan jernih, semangat hidup nan gigih, prestasi mudah diraih..”

Dalam bahasa inggris dan istilah kedokteran, hati diartikan sebagai jantung (heart). Dimana jantung ini adalah organ vital manusia untuk memompa darah keseluruh bagian tubuh. Jika jantung terkena penyakit maka nyawa menjadi taruhannya.

Di Indonesia penyakit jantung merupakan salah satu dari sepuluh penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Ingatlah bahwa didalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari No. 52 dan Muslim No. 1599)

Jadi baik secara fisik atau pun batin, penyakit hati sangat berbahaya untuk kehidupan manusia. Maka dari itu kesehatan dan kebeningannya harus dijaga dengan seimbang.

Akan tetapi artikel kali ini tidak akan membahas penyakit hati (jantung) secara fisik, tetapi penyakit hati secara mental. Dimana metode penyembuhannya pun lebih ke arah penyembuhan batin.

Lima Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati # 1 – Sombong

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sombong didefinisikan sebagai menghargai diri secara berlebihan, congkak, pongah. Sedangkan menurut hadits Nabi, sombong memiliki pengertian :

“Sombong ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia” (HR. Muslim no. 131)

Penyakit hati ini berbahaya karena bisa menyerang siapa pun, tetapi pada umumnya sifat sombong biasanya menyerang kepada orang yang memiliki sesuatu yang dianggap lebih dan bisa dibanggakan. Seperti harta, anak, pangkat, jabatan, status sosial, kepintaran, dan lain sebagainya.

Berbangga hati boleh tetapi jika berlebihan maka berpotensi menimbulkan sifat sombong dan lebih jauhnya menjadi ujub.

Allah membenci sifat sombong, karena yang berhak untuk berbangga atas harta, anak, pangkat, jabatan, status sosial, kepintaran dan yang lainnya hanyalah Allah ‘Azza wa Jalla, karena Dia lah pemilik langit dan bumi serta diantara keduanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita untuk sombong,

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18)

Ancamannya untuk penyakit sombong ini Allah akan menyediakan tempat di neraka,

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (QS. Al Mu’min : 76)

Penyakit Hati # 2 – Ujub

Sifat ini adalah kelanjutan dari sombong. Jika penyakit sombong ini sudah akut, maka muncullah penyakit ujub.

Ujub agak mirip dengan sombong, tetapi sifat ini lebih ke arah bahwa merasa dirinya lebih (mulia) dan cenderung merendahkan orang lain karena merasa lebih sempurna dibandingkan orang lain.

Imam Al Ghozali menuturkan bahwa ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Padahal milik Allah lah yang ada di langit dan di bumi,

“Bagi Allah semua kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantaranya” (QS. Al Maidah : 120)

Karena sombong dan ujub bagaikan adik dan kakak, maka harus kita ketahui faktor penyebab potensinya muncul sifat-sifat ini, yaitu :

  • Banyak diberi pujian 
  • Seringkali berhasil meraih kesuksesan
  • Memiliki kekuasaan lebih
  • Terpandang di lingkungan sekitar
  • Memiliki intelektual (kecerdasan) diatas rata-rata
  • Dianugrahi fisik yang sempurna

Faktor diatas jika tidak dibarengi sikap tawadhu, maka akan membinasakan diri sendiri dan bisa menenggelamkan dalam sifat kesombongan dan ujub. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

“Tiga perkara yang dapat membinasakan, yaitu : kebakhilan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub seseorang terhadap dirinya.” (Hadits ini diriwayatkan dari Anas bin Malik, Abdullah bin Abbas, Abu Hurairah, Abdullah bin Abu Aufa dan Abdullah bin Umar No 1802 – shahih oleh Syeikh Albani No 1355)

Penyakit Hati # 3 – Hasad

Sifat iri dan dengki termasuk dalam kategori ini. Sikap yang mewujudkan sifat ini adalah SMOS..

..apa itu SMOS?

SMOS  adalah Susah Melihat Orang lain Senang, Senang Melihat Orang lain Susah.. 😌

Jika iri adalah tidak suka jika seseorang mendapatkan kebahagiaan, maka dengki adalah selain tidak suka ia juga berharap kebahagiaan hilang dari orang tersebut dan berpindah kepadanya.

Berikut cuplikan ceramah singkat dari ustadz Khalid Basalamah tentang penyakit hati iri dan dengki,

Bahaya sifat hasad adalah dapat mengikis pahala kita, sesuai hadits Nabi :

“Waspadalah terhadap hasad (iri dan dengki), sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan (membakar) kayu bakar.” (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah, Sunan Abu Dawud. IV/427, hadits No. 4905)

Lalu bagaimana caranya agar hati tidak iri dan dengki? Silahkan baca cara mengatasi penyakit hasad oleh Ustadz M Abduh Tuasikal.

Tetapi ada juga hasad yang diperbolehkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu :

“Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Quran dan As sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya” (HR. Bukhari No. 73 dan Muslim No. 816)

Penyakit Hati #4 – Riya

Ini salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya.. karena nama lain dari riya adalah the hidden shirk.

Karena menurut Ibnu Taimiyah rahimahullah, riya berarti menyekutukan Allah dengan mahluk lain atau tidak mengharap ridho-Nya. Secara sederhana berarti melakukan ibadah dengan niat supaya ingin dipuji manusia dan tidak berniat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mendeteksi ini sangat mudah, ada dua kondisi dimana jika kedua kondisi ini sudah ada dalam diri Anda, maka sifat ini sudah menjalar masuk dalam diri Anda, yaitu :

  1. Jika sekiranya Anda beramal tapi masih mengharapkan pujian daripada selain Allah,
  2. Jika sekiranya di hadapan orang lain Anda lebih giat tapi bila sendirian Anda cenderung malas

Pahala orang yang riya adalah sia-sia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Baqarah : 264)

Penyakit Hati #5 – Kikir atau Bakhil

Penyakit yang terakhir adalah penyakit pelit, yaitu sifat tidak mau berbagi harta yang dimilikinya. Termasuk diantaranya adalah ilmu pengetahuan dan tenaga. Tapi secara umum biasanya dikaitkan dengan harta benda.

Orang yang pelit tidak disukai banyak orang, bahkan dalam kehidupan sosial orang ini nyaris tidak mempunyai teman.. 😄

Penyakit hati ini timbul dikarenakan cinta dunia dan lupa akhirat. Padahal di akhirat harta yang dimilikinya itu tidak akan memberikan manfaat, kecuali yang dibelanjakan di jalan Allah.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran : 180)

[Infografis] - Penyakit Hati dalam Islam

Pengobatan herbal atau obat dari dokter mungkin tidak akan mempan untuk mengobati penyakit diatas. Karena penyakit ini memang sulit dideteksi oleh dokter sekalipun, karena sang dokternya adalah sang pasien itu sendiri.

Demikian macam-macam penyakit hati menurut Islam, mudah-mudahan informasi pada artikel ini dapat membantu tidak hanya kepada Anda tetapi kepada kami (penulis) tentunya. Dan semoga kita semua bisa terbebas dan terhindar dari segala macam penyakit hati..

Aaamin…

 

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *