Manfaat Pengobatan Thibbun Nabawi Metode Pengobatan Thibbun Nabawi

5 Metode Pengobatan Thibbun Nabawi yang Populer Saat Ini

5 Metode Pengobatan Thibbun Nabawi

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu, dalam kitabnya Thibbun Nabawi, membagi penyakit menjadi dua golongan, yaitu :

  • Penyakit batin, yaitu penyakit jauhnya hati seseorang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga menimbulkan penyakit hati, kesurupan, dan lain sebagainya.
  • Penyakit fisik, yaitu penyakit yang menyerang tubuh secara fisik.

Keduanya penyakit diatas memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga disembuhkannya dengan metode yang berbeda pula.

Kali ini akan kita bahas lima metode pengobatan Thibbun Nabawi yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dimana dalam bentuk metodenya disesuaikan dengan jenis penyakitnya (batin atau fisik).

Secara garis besar bentuk pengobatan Thibbun Nabawi dibagi menjadi tiga metode, yaitu :

Bentuk Pengobatan Nabi 

Setiap metode diatas menyembuhan jenis penyakit yang berbeda, tetapi dalam pelaksanaannya bisa juga dikombinasikan. 

Lima Metode Pengobatan Nabi yang Populer

Dari banyak metode pengobatan yang dicontohkan, dilakukan dan dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ada lima metode pengobatan yang sangat populer di masyarakat saat ini.

Kepopuleran disini bukan dan tidak bermaksud negatif, hanya saja metode ini sangat diminati oleh masyarakat karena beberapa alasan. Perhatikan infografis berikut :

[Infografis] - Alasan Thibbun Nabawi Mulai Diminati

Sekarang mari kita coba paparkan satu per satu lima metode pengobatan Nabi tersebut.

(nomor urut tidak menunjukan tingkat kepopulerannya).

Populer #1 – Madu

Siapa yang tidak kenal madu..

Madu sangat populer di masyarakat, selain rasanya yang manis, senyawa sehat kaya nutrisi ini memiliki banyak manfaat. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun gemar mengkonsumsi madu untuk menjaga stamina dan kesehatan beliau.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

“Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api, dan saya melarang umatku berobat dengan  sundutan api.” (HR. Bukhari No 5683, Ahmad, Ibnu Majah dan Al Bazzar)

Dalam kisah hadits lain madu dipergunakan untuk menyembuhkan sakit perut :

“Ada seseorang menghadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’

Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’

Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’

Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya namun belum sembuh juga malah bertambah parah (mencret).’

Nabi bersabda: ‘Allah Maha Benar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al- Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)


Dari kisah hadits diatas dapat kita ambil beberapa hikmahnya, yaitu ;

  • Pengobatan Thibbun Nabawi (madu) harus dilakukan secara rutin dan konsisten (berulang-ulang) dengan dosis yang tepat,
  • Dilakukan dengan penuh kayakinan (percaya), lihat QS An Nahl : 69,
  • Madu bisa menyembuhkan sakit pada pencernaan/perut (lambung).

Dengan adanya kejadian tersebut maka kita mendapatkan petunjuk dari Rasul bahwa madu dapat mengobati penyakit yang menyerang pencernaan (perut/lambung). Hal ini dikarenakan madu mengandung zat antibiotik.

Peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand bernama Peter C Molan (1992) membuktikan madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai kuman patogen penyebab penyakit.

Selain itu ada juga peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, University of Malaya bernama Kamaruddin (1997). Dia menyebutkan bahwa di dalam madu terkandung zat anti mikrobial, yang dapat menghambat penyakit.

Beberapa penyakit infeksi yang disebabkan oleh berbagai patogen yang dapat dicegah dan disembuhkan dengan minum madu secara teratur diantaranya adalah; infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), batuk, demam, penyakit luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan, dan penyakit kulit.

Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan diseluruh dunia maka ada tujuh manfaat utama madu untuk kesehatan, sehingga masyarakat modern memilih madu sebagai nutrisi dan penyembuh alami :

  1. Mengingkatkan sistem kekebalan tubuh,
  2. Meningkatkan metabolisme tubuh dan pencernaan,
  3. Meningkatkan energi tubuh dan sumber nutrisi yang lengkap,
  4. Atasi batuk pada anak-anak,
  5. Mencegah resiko kanker dan penyakit jantung,
  6. Senyawa afrodisiak,
  7. Digunakan sebagai pertolongan pertama pada kondisi luka bakar.

Dengan keistimewaan madu tersebut, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutnya secara khusus dalam Al-Quran.

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Di pasaran banyak madu yang dijual, tapi harap berhati-hati karena banyak juga madu palsu yang beredar di masyarakat. Pada artikel berikutnya akan kita bahas perbedaan madu asli dan madu palsu.

Populer #2 – Bekam

Berkam (hijamah) termasuk salah satu metode pengobatan nabi yang populer saat ini. Terutama setelah klinik-klinik pengobatannya menjamur di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.

Sebenarnya jenis pengobatan ini telah ada sebelum Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus. Dari kerajaan Sumeria, kemudian berkembang terus sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, hingga Persia.

Tidak ada rujukan yang menyebutkan kapan bekam pertama masuk ke Indonesia, akan tetapi diprediksi diperkenalkan oleh pedagang-pedagang Gujarat dan Arab saat masuk dan menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Prinsip pengobatan bekam adalah dengan mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia melalui permukaan kulit dengan melakukan penyedotan dan penyayatan pada bagian-bagian tertentu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan umatnya untuk berbekam, dan beliau pun berbekam pada saat sakit kepala. Di antara hadits-hadits tentang berbekam adalah :

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Bukhari no. 5701)

“Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (HR. Bukhari no. 2280 & Muslim no. 2214)

Dr. Amir Muhammad Sholih seorang dosen tamu dari Universitas Chicago pernah melakukan percobaan pada pasien yang terinveksi virus Hepatitis C dan memiliki kadar besi yang cukup tinggi dalam darahnya.

Setelah dilakukan terapi bekam, tubuhnya memiliki respon positif terhadap obat yang diberikan, yaitu Interferon dan Riboviron. Dimana sebelum dilakukan terapi bekam tubuhnya tidak bereaksi sama sekali pada saat diberikan kedua obat tersebut.

Didalam buku 100 Diseases Treated by Cupping Method, Thomas W. Anderson (1985) mengungkapkan beberapa penyakit yang bereaksi cukup baik (menunjukan gejala penyembuhan) dengan terapi bekam, antara lain :

  1. Hipertensi,
  2. Stroke,
  3. Parkinson,
  4. Insomnia,
  5. Rematik,
  6. Migrain,
  7. Varises,
  8. Hepatitis,
  9. Hiperkolesterol

Banyaknya klinik pengobatan bekam membuat metode ini menjadi populer di tengah-tengah masyarakat karena mudah diakses. Ditambah promosi yang gencar terhadap pengobatan ini sehingga menjadi sebuah metode pengobatan yang menjanjikan harapan kesembuhan bagi manusia. 

Populer #3 -Habbatus Sauda (Jinten Hitam)

Sepertinya sudah tidak aneh lagi mendengar obat-obatan jenis ini, apalagi saat ada iklan di media televisi yang mempromosikan habbatus sauda oleh aktor legendaris yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013 -2018.

Dalam dunia pengobatan herbal, habbatus sauda atau biasa dikenal dengan sebutan jinten hitam banyak digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan. Tercatat Ibnu Sina, sang bapak kedokteran dunia, juga memanfaatkan khasiat habbatus sauda ini.

Islam mengenal habbatus sauda sebagai obat dalam menyembuhkan berbagai penyakit, sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :

“Sesungguhnya habbatus sauda ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit as-saam”.

Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-saam itu?”

Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)


Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu, seorang ulama dan dokter dalam kitabnya Thibbun Nabawi, menjelaskan tentang habbatus sauda,

Habbatus sauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ‘obat untuk segala macam penyakit’, sebagaimana firman Allah, ‘Menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya’. Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dan semisalnya.

Dan habbatus sauda bermanfaat menyembuhkan segala macam penyakit yang bersifat dingin dan penyakit yang bersifat panas dan kering.

Tidak sedikit pula penelitian yang menyangkut manfaat dari habbatus sauda, diantaranya yang dilakukan oleh Prof. Wadi’ah Shalih Bakr pada saat meraih gelar Doktor dalam bidang Biokimia.

Dalam disertasi beliau yang berjudul “Klasifikasi dan Efek Obat Terhadap Enzim-Enzim Idionukleotida Kerongkongan pada Jaringan Payudara”, ia menjelaskan pengaruh ekstrak habbatus sauda terhadap enzim-enzim nukleotida dalam jaringan.

Dalam riset laboratorium yang dilakukannya, dia memberikan ekstrak habbatus sauda kepada tikus percobaan secara oral, maka pemberian tersebut berperan melindungi organ hati dari keracunan yang ditimbulkan oleh enzim D-Glukosa Amino.

Berikut empat manfaat utama habbatus sauda dalam dunia pengobatan yang di kutip dari beberapa sumber, yaitu :

a. Untuk mengobati asma dan alergi

Habbatus sauda mengandung senyawa crystalline nigellone yang memiliki protein kinase C, dimana senyawa ini dapat menghambat pelepasan histamin. Histamin sendiri adalah senyawa yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh akibat reaksi alergi.

Pemberian habbatus sauda juga dapat mengurangi reaksi alergi pada sebagian besar pasien dengan bronchitis, asma dan penyakit alergi lainnya tanpa efek samping.

b. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Pada penelitian yang pernah dilakukan di Universitas Munich, Jerman,  habbatus sauda digunakan sebagai bioregulator. Ini menunjukan habbatus sauda dapat melawan penyakit yang menyerang sistem imunitas tubuh seperti timbulnya gejala kanker.

c. Anti bakteri pada saluran pencernaan

Habbatus sauda mampu melawan bakteri yang tahan terhadap obat-obatan, seperti bakteri V Colera, E. coli, dan Shigella spp. Sebuah jurnal Farmasi Pakistan menyebutkan bahwa penelitian terhadap strainbakteri V Colera dan E Coli dapat dibunuh dengan minyak volatil yang terkandung pada habbatus sauda.

Dengan demikian, habbatus sauda dapat digunakan untuk mengobati gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri V Colera dan E Coli, diatas seperti sakit perut, diare, dan muntaber.

d. Meningkatkan kecerdasan dan konsentrasi otak

Habbatus sauda mengandung asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3) yang sangat membantu memberikan nutrisi yang baik untuk meningkatkan kecerdasan otak dan daya ingat, melancarkan peredaran darah ke otak dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun.

Sehingga sangat cocok untuk diberikan pada usia pertumbuhan anak dan juga lansia.

Dengan begitu banyak manfaat habbatus sauda yang empat diantaranya disebutkan diatas, membuat banyak produk kesehatan berbahan dasar habbatus sauda yang dijual di pasaran.

Saat ini mudah mendapatkan habbatus sauda yang sudah diolah dan tinggal dikonsumsi. Biasanya produk habbatus sauda dijual dalam bentuk kapsul atau kemasan teh celup, sehingga lebih menarik dan higienis.

Pada artikel berikutnya akan dibahas sisa dari lima metode pengobatan Thibbun Nabawi yang juga populer di masyarakat.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *