Manfaat dan Tips

6+1 Dampak Patah Hati bagi Kesehatan Tubuh Anda

Inilah Dampak Patah Hati bagi Kesehatan Tubuh Anda

Ingatkah Anda saat Rasulullah kehilangan istrinya Khadijah yang dinikahinya selama 25 tahun? Saat itu jarak usia diantaranya terpaut cukup jauh, yaitu 15 tahun. Saat dinikahi Nabi, Khadijah sudah berusia 40 tahun sedangkan Rasul berusia 25 tahun.

Tapi usia tidak menjadi penghalang beliau untuk mencintai Khadijah.

Dan pada saat Khadijah wafat, Rasulullah sangat terpukul. Apalagi hari kematian Khadijah tidak berselang lama setelah meninggalnya paman beliau yang amat disayanginya, Abu Thalib.

Too much love will kill you..

Kecintaan yang terlalu dalam terhadap seseorang atau sesuatu sangat tidak bijak, bahkan bisa mematikan. Sebagai insan manusia, tentunya rasa cinta itu adalah suatu hal yang wajar.

Ya…

…karena manusia sebagai mahluk yang dianugrahi perasaan, sangatlah wajar jika timbul rasa suka, sayang dan bahkan cinta. Dan itu tidak bisa dielakan sahabat Sunnah.

Bahkan Nabi besar kita, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah merasa kehilangan atas kepergian seseorang.

Dalam sebuah survey yang dilakukan Robert Wood Johnson Foundation dan Harvard School of Public Health di Amerika tahun 2014, menunjukan bahwa salah satu penyebab stres adalah masalah hubungan pribadi.

Dan jika Anda adalah salah seorang yang pernah atau saat ini sedang patah hati, segeralah bangkit. Karena ada enam plus satu dampak patah hati bagi kesehatan tubuh, jika Anda tidak segera move on.

Disadari atau tidak, gangguan kesehatan ini mungkin sering Anda alami saat Anda patah hati.

Dampak Patah Hati Bagi Kesehatan

#1 – Jantung

Bagi Anda yang saat ini atau pernah patah hati, mungkin masih ingat saat timbulnya sensasi dada yang terasa sesak kala itu. Seolah-olah seperti ada tekanan yang menekan dada.

Ternyata sebuah studi mencoba mempelajari kenapa hal itu bisa terjadi.

Naomi Eisenberger, peneliti dari Social Cognitive Neuroscience Lab, University of California mengatakan bahwa rasa sakit mempunyai dua komponen, komponen sensor dan emosional.

Bagian sensor akan menunjukan bagian tubuh yang sakit, sedangkan emosional menunjukan sejauh mana rasa sakit itu dirasakan. Dua komponen ini akan melaporkan ke otak sehingga otak akan mengetahui lokasi dan rasa sakit tersebut.

Saat patah hati, tidak ada perwujudan nyata dari rasa sakit itu, sehingga seolah-olah rasa sakit itu “lari” ke dada, yang akhirnya timbul rasa sakit dan menekan ke jantung. Oleh karena itu terkadang jantung bisa berdebar kencang saat Anda mengalami patah hati.

Hormon yang berperan terhadap sensasi itu ada hormon kortisol. Dimana hormon tersebut dilepaskan saat ada pemicu stress (baca : patah hati).

#2 – Gangguan Pencernaan

Saat Anda patah hati, Anda tidak bernafsu untuk makan, malas mandi, serta cenderung ingin berdiam diri di kamar. Percayalah bahwa itu akan membuat Anda makin terpuruk dan tenggelam dalam kenestapaan.

Salah satu akibat meningkatnya hormon kortisol dalam tubuh adalah naiknya produksi asam lambung. Ini membuat rasa tidak nyaman di perut, sehingga membuat Anda tidak berselera makan.

Jika ini sudah terjadi, maka tidak jarang orang yang sedang patah hati alias broken heart berlanjut dengan dirawat di rumah sakit akibat tidak makan berhari-hari.

#3 – Jerawat

Patah hati memang tidak menyenangkan. Galau gundah gulana mendera, dan gangguan hormon akan terjadi akibat stres.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Wake Forest, menunjukan bahwa 23% partisipan menunjukan kasus peradangan jerawat yang muncul saat orang-orang berada di bawah tekanan atau kondisi stress yang sangat tinggi.

Tentu saja bagi Anda yang pernah mengalami stres baik akibat patah hati, pekerjaan, pendidikan bahkan masalah financial, munculnya jerawat bukan lagi hal yang aneh.

#4 – Gangguan Imun Tubuh

Penelitian yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University menunjukan bahwa ada korelasi antara stress dengan sistem imun tubuh.

Sang peneliti, Sheldon Cohen, berujar bahwa jika tubuh kita dalam keadaan stres maka sel-sel sistem kekebalan tubuh tidak dapat merespon jika terjadi peradangan dalam tubuh kita.

Akibat dari kejadian ini maka dapat menaikkan resiko terjangkitnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh peradangan seperti batuk, flu, asma dan gangguan kesehatan lainnya.

Dia menambahkan bahwa sangatlah penting untuk mengetahui penyakit-penyakit yang dipicu oleh stres, terutama bagi orang-orang yang mudah stres.

#5 – Krisis Identitas

Memang sepertinya terlalu berlebihan..

…tetapi studi membuktikan bahwa saat patah hati, akan sangat sulit untuk berpikir jernih, seolah-olah muncul perasaan tidak mengenali diri sendiri.

Bahasa sederhananya adalah “bagian yang hilang”..

Ini karena perasaan kehilangan yang dalam, sehingga saat sudah tidak lagi bersama-sama, maka seolah-olah seluruh kegiatan yang biasanya dulu sering dilakukan bersama sekarang sudah tidak bisa dilakukan lagi.

#6 – Sulit Tidur

Ini akan terjadi pada awal-awal Anda merasakan patah hati, yang biasanya dibarengi oleh kombinasi perilaku berikut ini :

  • tidak nafsu makan,
  • banyak melamun,
  • dan selalu ingin menyendiri.

Hal tersebut wajar.. tetapi jika terus dibiarkan, maka bisa muncul gangguan kesehatan yang lebih serius jika sering tidur terlalu malam.

#7 – Finansial

Yang ke tujuh ini adalah bonus. Mungkin tidak ada kaitannya dengan kesehatan tubuh, tapi sangat erat berhubungan dengan kesehatan dompet. 😊

Bagi beberapa orang, baik wanita atau pun pria, untuk melampiaskan stres mereka membeli sesuatu untuk membuat hati menjadi lebih tenang.

Akibatnya → pemborosan..

Membeli barang berdasarkan keinginan, bukan tingkat kebutuhan.

Tidak selamanya harus membeli barang, kecenderungan untuk mengalihkan perasaan kecewa dan sakit setidaknya bisa terobati dengan jalan-jalan.

Tapi untuk mengganti “bagian yang hilang”, terkadang membeli sesuatu yang menjadi keinginannya sejak dahulu menjadi sebuah pelampiasan tersendiri.

Lalu bagaimana agar tujuh gangguan diatas bisa perlahan-lahan sirna saat patah hati mendera?

Ada tiga hal yang mendasar dan sederhana, yang dapat Anda lakukan saat ini juga, yaitu :

a. Menjalin silahturahmi

Tahun 2014, Robert Wood Johnson Foundation dan Harvard School of Public Health, melakukan survey pada penduduk Amerika. Meskipun dilakukan di negeri Paman Sam, tetapi hasilnya memang masuk akal untuk dicermati.

Hasil survey menunjukan bahwa untuk mengurangi tingkat stress, cara yang paling mudah adalah menghabiskan waktu bersama keluarga.

 Sesuai hasil survey diatas, terbukti bahwa dengan menjalin – spent time with family or friends – maka akan mengurangi tingkat stress akibat patah hati.

b. Menyibukkan dengan hal positif

Jangan habiskan waktu Anda yang berharga oleh melamun, gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Seperti berolahraga, menyalurkan hobi Anda yang sudah lama tertunda, mendekatkan kepada Sang Khalik, dan masih banyak hal yang membawa dampak positif bagi hidup Anda.

c. Ikhlas dan sabar

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10)

Dengan diberikan cobaan berupa kehilangan seseorang atau sesuatu, adalah merupakan sarana untuk lebih bersabar. Rasulullah bersabda,

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya menjadi kebaikan, dan hal itu tidak pernah terjadi kecuali bagi seorang mukmin : jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya” (HR. Muslim No. 2999)

Sehingga tidak usah stres jika patah hati, tidak usah merasa putus asa dan frustasi, karena orang sabar akan diberikan pahala tanpa batas sesuai janji Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian enam plus satu dampak patah hati bagi kesehatan tubuh Anda. Semoga Anda semua sudah bisa move on dari keterpurukan, dan mulai menjalani hidup dengan penuh optimisme.

Semoga bermanfaat.

Sebagai penutup berikut adalah kutipan bijak untuk menambah semangat agar segera bangkit.

“Pain makes you stronger, tears makes you braver, and heartbreaker makes you wiser. So thank the past for a better future”

Jadi apakah Anda sudah bisa move on sekarang..?

 

Save

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *