Manfaat dan Tips Pola Hidup Sehat Rasulullah

Mencontoh 6+8 Cara Berdagang Nabi Muhammad agar Berkah Dunia dan Akhirat – [Infografis]

6+8 Cara Berdagang Nabi Muhammad agar Berkah Dunia dan Akhirat

Jumlah pengusaha di Indonesia tahun 2016 menurut data dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) adalah sebanyak 1,65 persen dari sekitar 250 juta penduduk Tanah Air. Tertinggal dibandingkan tiga negara sebelah di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura tercatat sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 3 persen.

Data yang relatif sama ditunjukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, ternyata dari tahun 2014 angka persentase jumlah pengusaha di Indonesia tidak bergerak. Tercatat di Indonesia 1,65 persen, Singapura 7 persen, Malaysia 5 persen, Korea Selatan 4 persen, Jepang 10 persen, Tiongkok 10 persen, dan Amerika Serikat 12 persen.

So sad, but its true.

Suatu negara akan maju jika jumlah penduduk yang berwirausaha memiliki minimal 2 persen. Lihat saja negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang yang memiliki jumlah pengusaha lebih dari 5 persen dari jumlah populasi.

Dari 1,65 persen data diatas, berapa jumlah pengusaha muslimnya? Lalu berapa jumlah pengusaha muslim yang menjalankan roda usahanya sesuai ajaran Nabi?

Wallahu a’lam bish showaab..

Jauh sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diangkat menjadi rasul, beliau adalah seorang pengusaha sukses dimasanya. Sejak usia 12 tahun Nabi Muhammad telah diajarkan berdagang oleh pamannya Abu Thalib.

Beranjak dewasa, Rasulullah menunjukkan bakatnya sebagai seorang pengusaha sukses yang jujur, adil serta dapat dipercaya dalam membuat perjanjian bisnis. Modal itu lah yang membuat usahanya terus berkembang, dan menambah pundi-pundi kekayaan beliau.

Bayangkan saja oleh Anda, saat Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah, beliau memberikan mas kawin senilai ± Rp. 1.750.000.000 (satu milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Dimana saat itu bentuk mas kawinnya berupa 125 ekor unta terbaik.

Jika satu ekor unta saja saat ini berkisar Rp. 14.000.000, maka untuk 125 ekor unta silahkan hitung sendiri angkanya.. 😊

Lalu bagaimana cara berdagang Nabi Muhammad agar bisa sukses seperti itu? Apa tips, strategi dan prinsip yang diterapkan Rasul? Sehingga Michael H. Hart, penulis buku The 100 Most Influential Man in History, menempatkan beliau diurutan pertama.

Untuk memahami cara Rasulullah berniaga, maka tidak akan lepas dari sifat utama Nabi, yaitu FAST

Apa itu FAST? Berikut adalah sifat Rasul dalam berdagang,

Cara Berdagang Nabi Muhammad

Sifat #1 – Fathonah (F)

Sifat ini artinya cerdas.

Sebagai seorang pengusaha, dibutuhkan kecerdasan dalam melihat peluang pasar (supply and demand). Tapi tidak kalah pentingnya adalah kecerdasan dalam mengambil hati pembeli (customer satisfaction).

Tentang Permintaan dan Penawaran (Supply & Demand)

Dikisahkan ketika saat berdagang di Mekkah, para pedagang dari kaum Quraisy ingin menjatuhkan usaha Rasulullah. Dengan memainkan harga  dibawah harga pasar saat itu sehingga harga menjadi tidak wajar (banting harga).

Beliau memahami bahwa harga akan normal saat permintaan dan penawaran bertemu dalam satu titik.

Grafik Permintaan dan Penawaran
resourcesforhistoryteachers.wikispaces.com

Maka beliau menunggu waktu yang tepat dengan bersabar, hingga semua dagangan milik pedagang Quraisy habis. Saat barang dagangan diluar habis, maka permintaan akan naik dan membuat Rasulullah mampu membuat harga kembali normal (dinaikkan kembali).

Hasilnya saat semua pedagang Quraisy rugi karena menjual dibawah harga pasar, Rasulullah tetap mendapat untung karena menjual dengan harga yang normal.

Tentang Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction)

Setelah berhijrah ke Madinah, Rasulullah membangun pasar muslim yang diprakarsai oleh Abdurrahman Bin Auf. Dengan beberapa strategi yang diterapkan oleh Abdurrahman Bin Auf, pasar muslim mulai ramai oleh transaksi perdagangan.

Tidak lama setelah itu para pedagang musim menyampaikan keluhan dan permasalahannya kepada Rasulullah. Bahwa pedagang Yahudi mendapatkan untung lebih besar dibanding dari mereka.

Ternyata para pedagang Yahudi tersebut sudah terbiasa dengan mengurangi takaran pada barang dagangan mereka. Misalkan jika menjual 1 kilogram gandum, maka hanya didapat 900 gram, sedangkan para pedagang muslim sesuai dengan takaran.

Lalu apa jawaban Rasul..? → “Lebih kan takaran”


Ini maksudnya melebihkan meski hanya 1 genggang saja, sesuai keikhlasan penjual. Sehingga penduduk Madinah mendapat kesan jika belanja ke padagang muslim dapat belanjaan yang lebih berat dibandingkan belanja ke para pedagang Yahudi.


Dan tak sampai 2 tahun kemudian, pedagang-pedagang muslim sudah menguasai pasar Madinah.


Empat belas abad yang lalu Rasulullah sudah memprioritaskan customer satisfaction, dengan selalu memberikan senyuman ramah dan mengucapkan terima kasih setelah bertransaksi. Sembari mengamalkan prinsip :

>> Give client what they want more than what they expected <<

Sifat #2 – Amanah (A)

Sifat ini artinya dapat dipercaya.

Dengan rekam jejak beliau selama merintis usahanya, Nabi Muhammad tidak pernah ingkar dan lupa terhadap perjanjian yang telah dibuatnya. Mulai dari perjanjian dengan rekan bisnis maupun dengan karyawannya.

Tentang Administrasi Perjanjian (Letter of Agreement)

Allah telah mengajarkan untuk mencatat setiap perjanjian dalam bertransaksi,

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan.

Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Rabb-nya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar.

Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil.

Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya.

Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 282)

Dasar ini yang membuat Nabi Muhammad menulis setiap perjanjian dalam usahanya, sehingga tidak akan lupa dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Tentang Upah Bayaran (Wage and Commissions)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Tiga jenis (manusia) yang Aku menjadi musuhnya kelak pada hari kiamat; Laki-laki yang memberi dengan nama-Ku lalu berkhianat, laki-laki yang menjual orang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang hasil penjualannya dan laki-laki yang memperkerjakan pekerja, yang mana ia memenuhi pekerjaannya, tetapi ia tidak memberikan upah’”. (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari, 4/447)

Tindakan ini merupakan perbuatan zalim dan termasuk pula dengan mengulur-ngulur pembayaran gaji kepada karyawan.

Sifat #3 – Shidiq (S)

Sifat ini artinya jujur/benar.

Perilaku jujur tidak hanya dituntut dalam kegiatan usaha saja, tetapi harus diimplementasi dalam semua aspek kehidupan. 

Keutamaan menjadi pedagang yang jujur adalah dikumpulkannya nanti bersama para Nabi pada hari Kiamat, sesuai sabda Rasul,

“Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersam para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti)”. (HR. Ibnu Majah No 2139, Al Hakim No 2142 dan Al Daraquthi No 17, dalam sanadnya ada kelemahan, akan tetapi ada hadits lain yang menguatkan, dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, At Tirmidzi No 1209. Oleh karena itu hadits dinyatakan baik sanadnya oleh Syaikh Albani dalam Ash Shahihah No 3453)

Tentang Cara Menjalankan Bisnis (How to Running the Business)

Contoh perilaku jujur dalam kegiatan dagang Rasul adalah sebagai berikut :

  1. Jujur dalam timbangan dan takaran → malah dianjurkan untuk melebihkan.
  2. Tidak berbohong dan menipu pembeli → beritahukan kelebihan dan kelemahan barang dagangan secara wajar dengan tidak bersumpah secara berlebihan.
  3. Barang yang dijual adalah barang yang halal→ termasuk diantaranya materi dan sumber dalam mendapatkan barang dagangan tersebut.
  4. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar) → bermaksud memonopoli harga (kartel)
  5. Kelompokkan produk sesuai dengan kualitasnya → harga barang yang kualitasnya baik akan lebih mahal dibandingkan dengan kualitas yang biasa saja.
  6. Tidak menjual produk uang kualitas rendah → bahkan tidak pantas untuk dijual.

Selain contoh diatas, masih banyak perilaku Nabi terkait dengan etika dan akhlak beliau dalam perniagaan.

Sifat #4 – Tablig (T)

Sifat ini artinya menyampaikan.

Menyampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban pembeli atau rekan usaha.

Tentang Akad Perjanjian (Contract Agreement)

Memperjelas akad yang digunakan dengan pembeli atau sesama pedagang, apakah transaksi tersebut menggunakan murabahah, mudharabah, ijarah, syirkah, dsb.

Tidak melakukan transaksi yang dilarang seperti mengandung unsur :

  • gharar (ketidakjelasan, penipuan),
  • masyir (perjudian),
  • riba (bunga),
  • riswah (suap, sogokan), dan lain-lain

Dengan menanamkan empat sifat utama Nabi Muhammad diatas (FAST), akan melahirkan sikap atau etika pengusaha muslim. Suatu sikap yang tidak hanya bisa menghantarkan Anda berkah di dunia saja, tapi juga sukses di akhirat nanti. InsyaAllah..

Anda juga bisa mempelajari tips bagaimana Rasul menjaga kesehatan tubuhnya agar tidak hanya sehat “isi dompet”, tetapi juga sehat jiwa raga.

Delapan Elemen Pendongkrak Penjualan

Selain harus memiliki sifat mental diatas, pengusaha muslim harus paham elemen pendongkrak penjualan suatu produk. Apa saja elemennya, perhatikan infografis berikut :

[Infografis] - Cara Berdagang Nabi Muhammad

Dari infografis diatas dikenal ada delapan elemen pendongkrak penjualan, yaitu :

1. Manfaat → efek dan pengaruhnya terhadap pengguna atau pemakai.
2. Izin → standardisasi dari badan yang memiliki otoritas, terkait produk dan izin peredarannya di masyarakat.
3. Bahan → tidak membahayakan sebelum atau setelah digunakan.
4. Harga → terjangkau oleh hampir segala lapisan masyarakat.
5. Stok → ketersediaannya selalu terjaga di pasar.
6. Jaringan → mudah untuk ditemukan dan dimiliki.
7. Kemasan → menarik dan memiliki branding yang kuat.
8. Promosi → segmentasi pasar yang tepat (segmented market)

Delapan elemen diatas akan membantu Anda untuk lebih diterima, lebih laris dan lebih dikenal oleh masyarakat (baca : calon pembeli).

Sebenarnya masih banyak elemen-elemen lain asalkan Anda jeli dalam membaca pasar. Jika Anda punya elemen lain selain diatas, silahkan tambahkan pada bagian komentar di bawah.

Semoga bermanfaat..

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *