Manfaat dan Tips

Bahaya Cat Rambut Serta Perspektif Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam

Bahaya Cat Rambut Serta Perspektif Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam

Tampil rapih, stylist, dan menarik merupakan salah satu hasrat alami manusia yang sudah ada dari zaman dahulu. Mulai dari kepala sampai kaki, tidak pernah lepas dari yang namanya aksesoris.

Aksesoris digunakan tidak hanya untuk tampilan saja, tetapi juga untuk melindungi bagian tubuh tertentu, seperti topi, sepatu, sarung tangan, jaket, dsb.

Bagian tubuh pun sampai dibuat sedemikian rupa bak aksesoris. Bahkan rela mempertaruhkan faktor kesehatan demi mendapatkan penampilan yang menarik (sesuai dengan keinginan).

Salah satu praktek aksesoris tubuh yang beresiko bagi kesehatan adalah mengecat rambut.

Mungkin hal ini terkesan berlebihan, tetapi kali ini Sunnah Sehat akan mencoba memaparkan apa efek dari mewarnai rambut dalam jangka panjang, lalu apa hukumnya dalam Islam dan bagaimana menyikapinya.

Bahaya Cat Rambut Bagi Kesehatan

Saat Anda akan mewarnai rambut, maka ada tiga jenis cat rambut yang banyak digunakan saat ini, yaitu :

  • Cat rambut temporer → tidak tahan lama (dapat hilang dengan sekali keramas), diproduksi dalam bentuk gel, spray, shampoo sehingga mudah digunakan, ada efek bagi kesehatan tapi dapat diminamalisir jika digunakan sesuai petunjuk.
  • Cat rambut semi permanen → tahan lama (dapat bertahan setelah 4-5 kali keramas), menggunakan bahan kimia (ammonia dan hydrogen peroksida) yang rendah, berpotensi memicu timbulnya kanker.
  • Cat rambut permanen → lebih tahan lama (karena membuka pori-pori rambut sehingga cat rambut melekat dengan kuat), menggunakan bahan kimia (ammonia dan hydrogen peroksida) yang lebih tinggi, resiko timbulnya kanker lebih besar.

Jadi jika Anda hendak mengecat rambut, jatuhkan pilihan Anda secara bijak..

Bahaya cat rambut itu berasal dari bahannya. Apakah zat tersebut masih dalam batas toleransi atau sudah melebihi batas aman. Ada lebih dari 20 bahan kimia yang digunakan pada produk cat rambut, dan beberapa diantaranya memicu kanker pada binatang.

Karena saat ini banyak yang menggunakan produk pewarna rambut, maka banyak pula riset yang meneliti bahaya cat rambut kaitannya dengan resiko kanker pada manusia.

Berikut adalah empat penyakit yang dapat dipicu oleh kegiatan mengecat rambut dalam jangka panjang :

#1 – Reaksi Alergi

Pada tahun 2011, tragedi memilukan terjadi di Inggris..

..gadis berusia 17 tahun, Tabatha McCourt, meninggal setelah menggunakan cat rambut. Tragedi terjadi 20 menit setelah dia mewarnai rambutnya.

Penyebabnya diduga karena bahan kimia p-phenylenediamine (PPD) yang terdapat pada cat rambut tersebut. Bahan kimia ini ditemukan pada cat rambut yang berfungsi untuk membuat rambut tetap berkilau meski beberapa kali dicuci.

Dan konsentrasi zat ini akan semakin meningkat seiring dengan semakin gelap warna rambut yang dihasilkan.

Untuk mengetahui apakah kulit Anda alergi dengan cat rambut, maka lakukan tes awal ini. Caranya adalah dengan mengoleskan sedikit cat rambut pada bagian belakang telinga Anda dan biarkan selama 24 jam.

Jika terjadi reaksi pada warna kulit dan menimbulkan rasa gatal, maka bahan kimia yang terdapat dalam cat rambut tersebut kemungkinan tidak cocok dengan kulit Anda. Dan sebaiknya cat rambut tersebut tidak usah digunakan.

#2 – Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit Limfoma Non-Hodgkin (LNH) adalah sejenis kanker yang menyerang sistem limfatik tubuh yang merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Lebih jelasnya Anda bisa membaca tentang penyakit Limfoma Non-Hodgkin pada artikel ini.

Studi yang dilakukan oleh National Cancer Institute menunjukan bahwa 30% penyakit Limfoma Non-Hodgkin disebabkan oleh pemakaian cat rambut yang kontinyu.

Dan ternyata studi menunjukan bahwa para profesi penata rambut dan pekerja salon memiliki resiko terbesar terkena penyakit Limfoma Non-Hodgkin.

#3 – Kanker Kandung Kemih

Zat p-phenylenediamine (PPD) pada cat rambut, selain mengakibatkan reaksi alergi juga mampu memicu timbulnya kanker kandung kemih.

Pada beberapa studi menunjukan bahwa resiko terkena kanker kandung kemih meningkat seiring dengan penggunaan cat rambut secara permanen yang rutin.

#4 – Multiple Myeloma

Penyakit kanker ini berasal dari sel plasma, yaitu sejenis sel darah putih yang diproduksi pada sumsum tulang belakang. Lebih jelasnya Anda bisa membaca tentang penyakit Multiple Myelona pada artikel ini.

Kaitannya dengan penggunaan cat rambut, resiko terkena penyakit ini meningkat pada pria yang sering menggunakan cat rambut secara rutin.

#4 – Gangguan Kesehatan Rambut

Pengunaan cat rambut yang kurang tepat dan rutin dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan rambut, khususnya yang berasal dari cat rambut permanen.

Beberapa efek sampingnya adalah :

  1. Rambut menjadi kering dan rapuh
  2. Rambut mudah rontok
  3. Kehilangan warna rambut asli

Cat rambut yang berwarna gelap, lebih berbahaya dibandingkan cat rambut yang berwarna terang. Karena warna gelap ditimbulkan oleh zat kimia dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Hal ini agar pewarna rambut mampu menimbulkan kesan lebih gelap dan lebih berkilau.

Resiko penyakit-penyakit diatas akan semakin meningkat seiring dengan tingginya bahan kimia yang terkandung dalam cat rambut yang berwarna gelap.

Ini mungkin alasannya secara kesehatan mengapa kita (umat Islam) dilarang mengecat rambut dengan warna hitam (gelap).

Sabda Nabi,

“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim No. 2102)

Para sahabat (termasuk kita umat muslim) melihat Rasulullah sebagai absolute role model, kami mendengar dan kami taat (sami’na wa atho’na), sehingga perintah untuk tidak mengecat rambut dengan warna hitam adalah sebuah larangan.

Mungkin saat itu ilmu kesehatan tidak semodern sekarang, tapi saat ini bisa dibuktikan secara ilmiah.

Hukum Mengecat Rambut dalam Islam

Berikut cuplikan video dari Ustad Khalid Basalamah mengenai hukum mewarnai rambut dalam Islam :

Jika Rasulullah membolehkan umatnya untuk mewarnai rambut dengan selain warna hitam, lalu dengan warna apa lalu, dan dengan bahan apa, dan jika belum beruban bagaimana hukum mengecat rambut..?

Berikut penjelasan dari Ustad Abduh Tuasikal dalam situsnya,

Warna yang dianjurkan

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim No. 2102)

Imam An Nawawi menjelaskan hadits riwayat Muslim No. 2102 dalam kitabnya,

“Menurut madzhab kami (Syafi’iyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan shofroh (warna kuning) atau hamroh (warna merah) dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang terkuat. Ada pula yang mengatakan bahwa hukumnya hanyalah makruh (makruh tanzih). Namun pendapat yang menyatakan haram lebih tepat berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : ‘hindarilah warna hitam’. Inilah pendapat dalam madzhab kami.”

Dan ancaman mewarnai rambut hitam sangat keras,

“Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Karena dikatakan tidak akan mencium bau surga, maka perbuatan ini termasuk dosa besar. (Lihat Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 60/23, 234/27)

Bahan yang diperbolehkan

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Katm adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan.

Jika Anda hendak menggunakan pewarna rambut yang tersedia saat ini, pastikan terbuat dari zat yang halal dan tidak membentuk lapisan diatas permukaan rambut. Ini bisa menyebabkan wudhu menjadi tidak sah, dikarenakan air tidak menyentuh kulit rambut.

Mewarnai rambut yang belum beruban

Lalu jika belum beruban bagaimana hukum mengecat rambut..?

Para ulama sudah menjelaskan terkait hal ini, dan ada dua poin penting yang harus dipahami saat akan mewarnai rambut yang belum beruban :

  1. Mewarnai rambut selain warna hitam adalah diperbolehkan (halal) → hadits Muslim no. 2102
  2. Tapi jika dilakukan dalam rangka meniru-niru (tasyabbuh) orang kafir, maka tidak diperbolehkan (haram). Sesuai dengan sabda Rasulullah,

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud No. 4031, hasan menurut Al Hafizh Abu Thohir)

Kecenderungan manusia pada umumnya adalah senang meniru, karena secara lahiriah manusia akan meniru sosok yang dia kagumi atau sosok yang dijadikan role model (panutan) baginya.

Sehingga mewarnai rambut yang belum beruban sebaiknya dihindari/dijauhi dengan alasan kecenderungan untuk mewarnai rambut (yang belum beruban) adalah meniru-niru orang kafir.

Demikian penjelasan mengenai bahaya cat rambut dan hukum mewarnai rambut dalam agama Islam. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Wallahu a’lam bish showaab

 

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *