Manfaat dan Tips Manfaat Pengobatan Thibbun Nabawi Metode Pengobatan Thibbun Nabawi

[6+ Harmful Effect] : Inilah yang Terjadi Akibat Sering Tidur Terlalu Malam

[6+ Harmful Effect] Inilah yang Terjadi Akibat Sering Tidur Malam

Berapa jam tadi malam Anda tidur? Empat jam.. lima jam.. atau tujuh jam..?

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, durasi tidur setiap orang berbeda-beda, bergantung kepada usia, kebutuhan dan kecukupan tidur selama ini.

Tahun 2015, beberapa peneliti dari National Sleep Foundation mengeluarkan tingkat kebutuhan tidur berdasarkan usia. Perhatikan infografis dibawah :

Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia

Dari infografis diatas maka Anda akan tahu kebutuhan tidur bagi seluruh anggota keluarga Anda.

Perilaku Rasul empat belas abad yang lalu telah dibuktikan oleh para ilmuwan saat ini. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak dahulu membiasakan pola tidur seperti infografis diatas, sehingga wajar beliau jarang sakit karena kebutuhan tidurnya cukup.

Rasulullah mencontohkan untuk selalu tidur cepat dan bangun lebih awal.

Jika tidak ada aktivitas lain yang mendesak dan penting, Rasulullah tidur selepas shalat isya. Kalau di asumsikan, mungkin kurang lebih tidur pukul 19:30 – 20:00 dan bangun kira-kira pukul 03:00 – 03:30.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiallahu ‘anhu,

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membenci tidur malam sebelum (shalat isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya” (HR. Bukhari No 568 dan Muslim No 647 (235))

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwa malam hari digunakan untuk beristirahat,

“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar” (QS. Yunus : 67)

Secara kesehatan, ada enam gangguan kesehatan akibat sering tidur terlalu malam. Sehingga perlahan tapi pasti, ini akan menyerang Anda

Gangguan Kesehatan Akibat Sering Tidur Malam

Gangguan #1 – Memperbesar Resiko Terkena Penyakit Jantung

Studi terhadap pengaruh kecukupan tidur dengan resiko terkena penyakit jantung dilakukan oleh peneliti dari University of Pennsylvania School of Medicine.

Hasil penelitian menunjukan bahwa seseorang yang terbiasa tidur dibawah tujuh jam sehari, memiliki resiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan mereka yang terbiasa tidur 7 – 8 jam sehari. Hasil penelitian lebih lengkap bisa dibaca disini.

Di Indonesia penyakit jantung menempati urutan kedua setelah stroke, sebagai penyebab kematian tertinggi tahun 2014.

Jadi jangan sering tidur terlalu malam kalau enggak mau “jantungan”..

Gangguan #2 – Melemahkan Sistem Imun Tubuh

Jika Anda saat ini sedang menyelesaikan skripsi/tugas akhir atau sedang dikejar deadline tugas kantor, kekurangan tidur malam menjadi hal yang lumrah. Jika ini terus bergulir dan terus dipaksakan, maka dihari terakhir tugas Anda selesai, jangan heran jika Anda terkena flu.

Itu efek dari sering tidur larut malam..

Studi yang dilakukan oleh University of Pittsburgh Medical Center, menunjukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam sehari memiliki resiko terkena flu empat kali lebih besar dibandingkan orang yang terbiasa tidur lebih dari tujuh jam per hari.

Makanya jargon “banyak makan dan cukup tidur”, menjadi wejangan legend para orang tua..

Gangguan #3 – Resiko Terkena Kanker Payudara

Gangguan ini ditujukan terutama kepada kaum hawa..

..maka dari itu berhati-hatilah.

Studi lebih lanjut menunjukan bahwa wanita yang sering tidur kurang dari enam jam sehari, berpotensi terkena kanker payudara lebih tinggi dibanding dengan wanita yang mempunyai durasi tidur lebih dari tujuh jam sehari.

Itu yang ditunjukan dari hasil penelitian yang melibatkan 23.995 wanita asal Jepang yang dilakukan oleh Ministry of Health, Labour and Welfare – Jepang.

Para peneliti ini menyampaikan bahwa hal tersebut disebabkan karena produksi melatonin menurun akibat dari kurangnya tidur malam. Dimana penurunan melatonin akan berbanding terbalik dengan naiknya resiko terkena kanker payudara.

Gangguan #4 – Obesitas

Kebiasaan ngemil dimalam hari, sering ditunjukan oleh mereka yang sering tidur larut malam. Oh ya..?

Ternyata hasil penelitian yang dilakukan oleh Wisconsin Sleep Cohort Study, menunjukan bahwa pola makan juga dipengaruhi oleh kebiasaan tidur seseorang.

Setelah dilakukan perlakuan khusus terhadap 1.024 pastisipan, terdapat hubungan antara durasi tidur dengan Body Mass Index (BMI). Kenaikan BMI ditunjukan bagi partisipan yang tidur kurang dari delapan jam (74.4 persen dari populasi) setiap malam.

Untuk menghitung BMI, Anda bisa membaca dibagian bawah artikel ini.

Gangguan #5 – Berkurangnya Konsentrasi

Efek yang pertama kali dirasakan dipagi hari adalah berkurangnya konsentrasi Anda disebabkan oleh rasa kantuk. Anda menjadi tidak fokus alias gafok (gagal fokus) saat bekerja atau berkendara.

Hal ini berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas saat Anda berangkat kerja, apalagi jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dan menyetir sendiri.

Usahakan untuk tidur yang cukup sebelum Anda berkendara, jika Anda merasa mengantuk, segera istirahat dan ambil 30 menit untuk tidur siang agar badan merasa lebih segar. Karena tidur siang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas menempati urutan ke delapan penyebab kematian tertinggi, grafik bisa dilihat pada dibagian atas.

Gangguan #6 – Gangguan Kesehatan Lain Diluar No 1 Sampai Dengan No 5

Yups..

Kurang tidur bisa membuat gangguan kesehatan lain, diantaranya adalah :

  • Suara menjadi berat (parau)
  • Lingkaran hitam dibawah mata
  • Sakit kepala
  • Menjadi pelupa
  • Cepat tua, dsb

Begitu banyak efek yang timbul oleh kebiasaan tidur larut malam, hindari lah tidur terlalu malam jika memang tidak dibutuhkan. Tidurlah yang cukup, karena tubuh Anda punya hak untuk istirahat.

“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q.S. Al-Mu’min : 61)

Cara Menghitung Body Mass Index (BMI)

Body Mass Index atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah skala perhitungan untuk mengukur kenormalan berat badan seseorang berdasarkan tinggi tubuhnya.

Rumus = Berat Badan / (Tinggi Badan x Tinggi Badan)

Keterangan :
Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg)
Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m)

Contoh :
Jika Anda laki-laki dengan berat badan 65 kg, dan tinggi badan 170 cm (1.70 m), maka IMT Anda adalah :

IMT = 65 / (1.7 x 1.7) = 22.49Normal

Untuk mengetahui apakah IMT Anda normal atau tidak, berikut Tabel Indeks Massa Tubuh berdasarkan Depertemen Kesehatan RI.

Cara Menghitung Body Mass Index (BMI)

Hampir bisa dipastikan bahwa Anda yang sedang membaca artikel ini tergolong usia yang sudah baligh, yaitu 18 – 64 tahun (adult). Kami sarankan untuk membaca juga tips sehat ala Rasul, agar Anda bisa menerapkan pola hidup yang sehat sejak usia muda.

Jika dirasa tulisan ini bermanfaat untuk Anda, silahkan dishare juga kepada orang-orang yang Anda cintai..  😊

Semoga bermanfaat

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *